the world of smile and happiness

Minggu, 24 Oktober 2010

Cinta yang agung


Sebuah puisi dari Khalil Gibran. puisi yang menggambarkan arti "cinta" yang sesungguhnya.

Ketika kita menemukan seseorang
Yang keunikannya sejalan dengan kita,
kita bergabung dengannya
dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa
yang dinamakan cinta.

Cinta yang sebenarnya adalah
ketika kamu menitikan air mata
dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak memperdulikanmu
dan kamu masih menunggunya dengan setia.
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata
” aku turut berbahagia untukmu ”

Mencintai bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.
Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa
yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan
bagaimana kamu bertahan.

Kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah
orang yang tak pernah menyatakan cinta
kepadamu, karena ia takut kau berpaling dan
memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan
menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau
sadari

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus
berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang
itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita
menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya.

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan suatu awal kehidupan baru,
 

Kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari
Dan mereka yang telah mencoba.
karena merekalah yang bisa menghargai
betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.

Apabila cinta tidak bertemu, bebaskan dirimu
biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi.
kau mungkin menyadari,
Bahwa kamu menemukan cinta dan kehilangannya,
tapi ketika cinta itu mati
kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Orang terkuat bukan mereka yang selalu menang..
melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh
(Khalil Gibran)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar